Klinik Gigi SATU Dental

Apa Itu Benang Gigi_ Cara Lain Merawat Gigi Agar Sehat!

Apa Itu Benang Gigi? Cara Lain Merawat Gigi Agar Sehat!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Menjaga kebersihan mulut dan gigi sering kali diidentikkan dengan menyikat gigi dua kali sehari. Namun, tahukah kamu kalau menyikat gigi saja ternyata belum cukup untuk membersihkan seluruh bagian mulut? Ada sela-sela gigi yang sangat sempit dan sulit dijangkau oleh bulu sikat gigi biasa.

Di sinilah peran penting benang gigi (dental floss). Penggunaan alat kecil ini menjadi langkah ekstra yang sangat ampuh untuk menjaga senyummu tetap bersih, sehat, dan bebas dari masalah mulut. Yuk, pahami lebih dalam mengenai benang gigi, manfaatnya, serta cara tepat menggunakannya dalam rutinitas harianmu!

Table of Contents

Apa Itu Benang Gigi dan Mengapa Penting?

Benang gigi adalah utas benang khusus yang dirancang untuk membersihkan sisa makanan dan plak di sela-sela gigi serta batas antara gigi dan gusi. Area sempit ini sering kali menjadi tempat persembunyian favorit bagi partikel makanan halus dan bakteri.

Jika dibiarkan begitu saja, penumpukan sisa makanan tersebut dapat mengeras menjadi karang gigi yang tidak bisa dihilangkan hanya dengan sikat gigi biasa. Oleh karena itu, flossing atau tindakan membersihkan gigi dengan benang menjadi pelengkap sempurna untuk perawatan mulutmu. Jika karang gigi sudah terlanjur menumpuk, kamu perlu menjalani prosedur pembersihan karang gigi (scaling) secara berkala di klinik gigi terpercaya.

Baca Juga: Sikat Gigi Manual vs Elektrik, Pilih yang Mana?

Manfaat Rutin Menggunakan Benang Gigi bagi Kesehatan

Melakukan flossing secara konsisten memberikan banyak dampak positif bagi kesehatan gigi dan gusimu dalam jangka panjang:

  • Mencegah Penumpukan Plak: Benang gigi membantu merontokkan lapisan tipis mikroorganisme sebelum mengeras. Menjaga gigi dari tumpukan plak gigi secara rutin akan menurunkan risiko terjadinya peradangan pada area mulut.
  • Menghindari Karies Interdental: Karies atau lubang gigi tidak hanya terjadi pada permukaan gigitan, tetapi juga di sela-sela antar gigi (interdental). Benang gigi membantu mengikis sisa makanan penyebab pembentukan asam di sela tersebut.
  • Mengurangi Risiko Penyakit Gusi: Penumpukan kotoran di garis gusi dapat memicu gusi berdarah, pembengkakan, hingga gingivitis. Menggunakan benang gigi secara lembut dapat menjaga kesehatan jaringan gusi di sekitarnya.
  • Mencegah Bau Mulut (Halitosis): Sisa makanan yang tertinggal di sela gigi akan membusuk dan menyebabkan bau tidak sedap. Bersihkan sela gigi agar napas tetap segar sepanjang hari.

Mengenal Berbagai Jenis Benang Gigi yang Tersedia

Setiap orang memiliki kondisi dan kerapatan gigi yang berbeda. Agar perawatan makin nyaman, kamu bisa memilih jenis benang gigi yang paling sesuai dengan kebutuhanmu:

  • Waxed Floss: Benang gigi yang dilapisi lapisan lilin tipis. Jenis ini sangat licin sehingga mudah diselipkan di antara gigi yang rapat tanpa mudah tersangkut atau robek.
  • Unwaxed Floss: Benang tanpa lapisan lilin yang cocok untuk gigi dengan jarak normal. Benang ini menyerap kotoran dengan baik dan memberikan rasa kesat saat sela gigi sudah bersih.
  • Dental Tape: Memiliki bentuk yang lebih lebar dan pipih dibandingkan benang standar. Pilihan ini sangat nyaman digunakan bagi kamu yang memiliki sela gigi agak renggang.
  • Floss Picks: Benang gigi yang terpasang pada gagang plastik kecil. Praktis digunakan untuk pemula, anak-anak, atau saat kamu sedang bepergian.

Baca Juga: 9 Jenis Tambal Gigi yang Wajib Diketahui

Panduan Langkah demi Langkah Cara Menggunakan Benang Gigi

Agar manfaatnya optimal dan gusi tidak terluka, penting untuk menerapkan teknik flossing yang benar. Kamu bisa mengikuti panduan praktis berikut ini:

  1. Siapkan Benang: Potong benang gigi sepanjang kurang lebih 40–45 cm.
  2. Gulung di Jari: Gulung sebagian besar panjang benang di sekitar jari tengah kedua tanganmu, tinggalkan jarak sekitar 3–5 cm benang yang tegang di tengah.
  3. Pegang dengan Kuat: Gunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk mengarahkan benang dengan stabil.
  4. Masukkan dengan Lembut: Selipkan benang secara perlahan ke sela gigi dengan gerakan menggesek maju-mundur. Hindari menghentakkan benang langsung ke gusi agar gusi tidak terluka atau berdarah.
  5. Bentuk Lengkungan “C”: Saat benang mencapai garis gusi, lengkungkan benang membentuk huruf “C” melingkari satu sisi gigi. Usap benang naik dan turun secara lembut dari pangkal ke ujung gigi.
  6. Pindah ke Sela Berikutnya: Gunakan bagian benang yang masih bersih untuk sela gigi lainnya, termasuk bagian belakang gigi paling belakang.

Untuk panduan dan tips perawatan lebih lengkap, kamu juga bisa membaca referensi mengenai flossing gigi agar teknik bersenang gigimu makin sempurna.

Waktu dan Frekuensi Terbaik untuk Melakukan Flossing

Setiap berapa kali kita harus menggunakan benang gigi, dan kapan waktu paling efektif untuk melakukannya? Para dokter gigi menyarankan agar kamu melakukan flossing minimal satu kali dalam sehari.

Apakah Dilakukan Sebelum atau Sesudah Menyikat Gigi?

Banyak orang keliru dan melakukan flossing setelah menyikat gigi. Padahal, urutan yang paling direkomendasikan adalah melakukan flossing terlebih dahulu, baru kemudian menyikat gigi.

Ketika kamu menggunakan benang gigi di awal, sisa makanan dan plak di sela-sela gigi akan terangkat dan terlepas ke permukaan. Setelah itu, saat kamu menyikat gigi, bulu sikat dan busa pasta gigi yang mengandung fluorida dapat masuk menjangkau sela-sela yang sudah terbuka bersih tersebut. Fluorida pun bisa melapisi area sela gigi secara optimal untuk mencegah pembentukan karies.

Kapan Waktu Terbaik Dalam Sehari?

Waktu terbaik untuk melakukan flossing adalah pada malam hari sebelum tidur. Saat kita tidur, produksi air liur (saliva) di dalam mulut akan menurun secara drastis. Padahal, air liur berfungsi sebagai pembersih alami yang menetralkan asam dan membunuh bakteri. Jika kamu tidur dengan sisa makanan yang masih tersangkut di sela gigi, bakteri akan berkembang biak dengan sangat bebas sepanjang malam tanpa hambatan.

Baca Juga: Gigi Veneer Ngilu? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Kesalahan Umum Saat Menggunakan Benang Gigi yang Harus Dihindari

Agar kegiatan flossing memberikan manfaat maksimal tanpa menimbulkan efek samping pada jaringan mulut, hindari beberapa kesalahan yang cukup sering terjadi berikut ini:

  • Menggerakkan Benang Secara Kasar: Menghentakkan benang secara mendadak ke arah gusi dapat memicu luka, pendarahan, dan iritasi pada gusi.
  • Menggunakan Kembali Benang yang Sama: Jangan pernah memakai ulang potongan benang yang sudah dipakai sebelumnya pada hari berikutnya karena benang tersebut sudah terkontaminasi oleh bakteri.
  • Hanya Menggunakan Benang Saat Ada Makanan Tersangkut: Banyak orang baru mencari benang gigi saat merasa ada daging atau sayuran yang tersangkut. Padahal, plak halus yang tidak terlihat tetap menumpuk setiap hari meski kamu tidak merasakan ada gumpalan makanan.
  • Berhenti Saat Gusi Berdarah: Jika gusimu sedikit berdarah saat pertama kali mencoba flossing, hal itu merupakan pertanda awal adanya peradangan (gingivitis) akibat plak yang menumpuk. Jangan berhenti! Lanjutkan pembersihan secara lembut setiap hari. Biasanya pendarahan akan mereda dan hilang dalam beberapa hari seiring dengan semakin bersih dan sehatnya kondisi gusimu.

Dapatkan Senyum Sehat dan Terawat Bersama SATU Dental!

Melakukan flossing secara teratur di rumah adalah langkah awal yang sangat luar biasa dalam menjaga kebersihan diri. Namun, untuk memastikan seluruh sudut mulutmu tetap bebas dari karang gigi dan masalah tersembunyi lainnya, pemeriksaan rutin ke dokter gigi profesional minimal setiap 6 bulan sekali tetap menjadi hal yang wajib dilakukan.

Di Klinik Gigi SATU Dental, kami memahami bahwa kenyamanan pasien adalah prioritas utama. Didukung oleh tim dokter gigi yang profesional, ramah, dan berpengalaman, serta peralatan medis berteknologi modern, kami siap memberikan pengalaman perawatan gigi yang menyenangkan dan bebas cemas bagi kamu dan keluarga.

Agar kamu bisa menjalani perawatan kesehatan gigi dengan lebih tenang dan nyaman tanpa perlu khawatir masalah biaya, Klinik Gigi SATU Dental juga menyediakan berbagai pilihan kemudahan pembayaran melalui lebih dari 20 rekanan asuransi, fasilitas paylater, hingga cicilan 0% menggunakan kartu kredit dari BCA, Bank BRI, Mandiri, dan OCBC. Tersedia pula opsi pembayaran fleksibel melalui Care Now, Kredivo, dan Indodana sehingga kamu bisa fokus menjaga kesehatan senyummu dengan jauh lebih nyaman.

Jangan tunda lagi kesehatan senyum indahmu! Yuk, buat janji temu dan reservasi jadwal konsultasi untuk perawatan gigimu di Klinik Gigi SATU Dental terdekat sekarang juga. Mari wujudkan senyum sehat, bersih, dan percaya diri setiap hari!

Referensi

American Dental Association. (2020). How to floss. https://www.mouthhealthy.org/en/oral-health-concerns/brushing-and-flossing/how-to-floss

Canadian Dental Hygienists Association. (2019). Flossing: CDHA position paper. https://www.cdha.ca/pdfs/Profession/Resources/Flossing_Position_Paper.pdf

Mazhari, F., Boskabady, M., & Ghafari, A. (2018). The effect of toothbrushing and flossing sequence on interdental plaque reduction and fluoride retention: A randomised controlled clinical trial. British Dental Journal, 224(10), 799–803. https://doi.org/10.1038/sj.bdj.2018.1062pubmed.ncbi.nlm.

Sambunjak, D., Nickerson, J. W., Lamont, T., Jorgensen, S., & Worthington, H. V. (2019). Flossing for the management of periodontal diseases and dental caries in adults. Cochrane Database of Systematic Reviews, 2019(4), CD008829. https://doi.org/10.1002/14651858.CD008829.pub3

Yaacob, M., Worthington, H. V., Deacon, S. A., & Walmsley, A. D. (2011). The efficacy of dental floss in addition to a toothbrush on plaque and parameters of gingival inflammation: A systematic review. International Journal of Dental Hygiene, 9(4), 253–263. https://doi.org/10.1111/j.1601-5037.2008.00336.x

Cabang Klinik Gigi SATU Dental

Buat Jadwal di Klinik SATU Dental