Klinik Gigi SATU Dental

Kenali Leukoplakia, Kondisi Bercak Putih Dalam Mulut!

Kenali Leukoplakia, Kondisi Bercak Putih Dalam Mulut!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Pernahkah kamu menemukan adanya lesi atau bercak putih yang tiba-tiba muncul di area lidah, gusi, atau bagian dalam pipi saat sedang menggosok gigi? Bercak putih di rongga mulut sering kali dianggap sebagai sariawan biasa atau jamur mulut yang mudah diatasi. 

Namun, jika bercak tersebut terasa menebal, memiliki tekstur yang kasar, dan sama sekali tidak bisa dihilangkan saat kamu mencoba mengeroknya, kondisi ini bisa jadi menandakan gangguan kesehatan jaringan mulut yang dikenal sebagai leukoplakia. 

Yuk, baca artikel ini sampai selesai untuk mengenal lebih dalam mengenai leukoplakia, faktor pemicunya, ciri-ciri fisiknya, hingga langkah pengobatan serta pencegahan medis yang perlu kamu ketahui!

Table of Contents

Apa Itu Leukoplakia?Apa Itu Leukoplakia Klinik Gigi SATU Dental

Secara medis, leukoplakia adalah kondisi ketika bercak putih atau abu-abu berkembang pada jaringan lunak di dalam rongga mulut. Bercak ini paling sering ditemukan pada lidah, gusi, dasar mulut, serta bagian dalam pipi. 

Karakteristik utama yang membedakan leukoplakia dari gangguan mulut lainnya—seperti kandidiasis (infeksi jamur mulut) atau sariawan biasa—adalah bercak leukoplakia menempel sangat kuat pada jaringan lunak dan tidak dapat dihilangkan atau dibersihkan hanya dengan cara dikerok.

Leukoplakia terjadi akibat adanya pertumbuhan sel-sel yang berlebihan (hiperkeratosis) pada lapisan mukosa rongga mulut. Sebagian besar kasus leukoplakia bersifat jinak (benigna) dan tidak berbahaya secara langsung. Meski demikian, kondisi ini tetap memerlukan perhatian medis yang serius karena sebagian kecil kasus leukoplakia tergolong sebagai lesi pra-kanker (prakanker). 

Artinya, jika bercak tersebut dibiarkan tanpa penanganan dan konsultasi dengan dokter gigi, ada risiko sel-sel di area tersebut dapat berkembang menjadi kanker mulut di kemudian hari. Untuk memahami berbagai kelainan mukosa lainnya, kamu juga bisa mempelajari artikel mengenai penyakit gigi gusi dan mulut.

Baca Juga: Luka di Mulut: Penyebab, Jenis, dan Penanganannya

Penyebab dan Faktor Risiko Utama Leukoplakia

Meskipun penyebab pasti terjadinya penebalan sel pada jaringan mulut belum diketahui secara pasti, para ahli medis sepakat bahwa iritasi kronis atau paparan zat kimia secara terus-menerus pada lapisan mukosa rongga mulut menjadi pemicu utamanya. Berikut adalah beberapa faktor risiko utama yang dapat meningkatkan peluang kamu mengalami leukoplakia:

  • Penggunaan Tembakau (Merokok atau Mengunyah Tembakau): Penggunaan tembakau merupakan faktor pemicu paling dominan pada sebagian besar kasus leukoplakia. Zat kimia berbahaya serta panas yang dihasilkan dari asap rokok, cerutu, maupun kebiasaan mengunyah tembakau memicu peradangan kronis yang merangsang sel mukosa mulut memproduksi keratin secara berlebihan.
  • Konsumsi Alkohol Kronis: Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah tinggi dan frekuensi yang sering dapat mengiritasi lapisan mukosa mulut. Risiko terjadinya leukoplakia akan meningkat berlipat ganda jika kebiasaan minum alkohol ini digabungkan dengan kebiasaan merokok.
  • Iritasi Mekanis dari Gigi yang Tajam atau Patah: Gesekan berulang antara jaringan lunak mulut dengan permukaan yang kasar dapat memicu penebalan jaringan. Iritasi mekanis ini sering disebabkan oleh tepi gigi yang patah atau tajam, struktur gigi palsu (denture) yang tidak pas dan longgar, hingga kebiasaan tidak sengaja menggigit bagian dalam pipi atau lidah.
  • Infeksi Virus (Penyebab Hairy Leukoplakia): Jenis leukoplakia berambut (hairy leukoplakia) dipicu oleh infeksi Epstein-Barr Virus (EBV). Kondisi ini umumnya menyerang individu dengan sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah, seperti penderita HIV/AIDS.
  • Kurangnya Menjaga Kebersihan Rongga Mulut: Penumpukan plak dan bakteri akibat jarang menggosok gigi dapat memperburuk tingkat iritasi pada jaringan lunak mulut.

Gejala dan Karakteristik Visual

Gejala leukoplakia dapat bervariasi pada setiap orang, tergantung pada tingkat keparahan dan lokasi tempat bercak tersebut tumbuh. Karakteristik fisik dan visual dari leukoplakia meliputi:

1. Ciri-Ciri Fisik dan Tekstur

Bercak leukoplakia umumnya berwarna putih atau abu-abu dengan batas yang tidak teratur. Tekstur permukaannya terasa agak menebal, sedikit menonjol, serta terasa keras atau kasar saat tersentuh oleh lidah. 

Pada beberapa kasus, permukaan bercak bisa terlihat licin, bergelombang, atau tampak memiliki celah retakan kecil (fissured). Bercak ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit yang hebat pada tahap awal, sehingga sering kali baru disadari saat pemeriksaan gigi rutin.

2. Lokasi Umum di Dalam Mulut

Leukoplakia dapat berkembang di mana saja pada lapisan jaringan lunak mulut. Namun, lokasi yang paling sering ditemukan meliputi bagian dalam pipi (buccal mucosa), gusi (gingiva), lidah bagian samping atau bawah, serta dasar mulut di bawah lidah. Jika kamu menemukan adanya luka atau bercak yang tidak kunjung sembuh di area tersebut, kamu dapat membaca informasi seputar luka di mulut.

3. Perbedaan Leukoplakia Biasa dan Leukoplakia Berambut (Hairy Leukoplakia)

Penting untuk membedakan antara dua bentuk utama leukoplakia ini:

  • Leukoplakia Biasa (Standard Leukoplakia): Memiliki penampilan berupa bercak putih datar atau tebal dengan permukaan yang relatif rata. Kondisi ini berhubungan erat dengan kebiasaan merokok dan memiliki potensi berubah menjadi ganas jika tidak dipantau secara berkala.
  • Leukoplakia Berambut (Hairy Leukoplakia): Memiliki ciri khas berupa bercak putih yang tampak berlipat-lipat atau menyerupai bulu/rambut halus pada bagian samping atau tepi lidah. Tipe ini jarang berkembang menjadi kanker, tetapi menandakan adanya penurunan sistem imun tubuh yang signifikan.

Baca Juga: Lidah Putih saat Puasa, Pertanda Apa?

Metode Diagnosis dan Pengobatan Medis

Metode Diagnosis dan Pengobatan Medis Klinik Gigi SATU Dental

Karena leukoplakia berpotensi berkembang menjadi kondisi yang lebih serius, pemeriksaan medis secara menyeluruh sangat penting untuk dilakukan.

1. Prosedur Diagnosis

Saat kamu berkonsultasi dengan dokter gigi, langkah pertama yang dilakukan adalah pemeriksaan fisik pada seluruh rongga mulut. Dokter akan mencoba mengusap atau mengerok bercak tersebut untuk memastikan bahwa bercak bukan disebabkan oleh infeksi jamur. 

Jika bercak tidak dapat dihilangkan, dokter akan menyarankan prosedur biopsi, yaitu pengambilan sampel kecil dari jaringan bercak putih tersebut untuk diuji di laboratorium patologi. Pemeriksaan biopsi bertujuan untuk mendeteksi apakah terdapat sel-sel abnormal (displasia) yang berpotensi menjadi kanker.

2. Pilihan Penanganan Medis

Pengobatan leukoplakia berfokus pada menghilangkan sumber iritasi serta mengangkat lesi yang berisiko tinggi. Pilihan penanganan medis meliputi:

  • Penanganan Iritan: Jika leukoplakia disebabkan oleh gesekan gigi yang tajam atau konstruksi gigi palsu yang buruk, dokter akan merapikan permukaan gigi tersebut atau membetulkan posisi gigi palsu kamu.
  • Tindakan Operasi Bedah: Jika hasil biopsi menunjukkan adanya tanda-tanda sel abnormal, dokter dapat mengangkat bercak putih tersebut secara keseluruhan menggunakan skalpel bedah.
  • Terapi Laser atau Pembekuan (Cryotherapy): Pengangkatan jaringan bercak putih juga dapat dilakukan menggunakan sinar laser berenergi tinggi atau metode pembekuan dengan nitrogen cair untuk meminimalkan perdarahan dan mempercepat masa pemulihan.
  • Penggunaan Obat-Obatan: Untuk kasus hairy leukoplakia, dokter dapat meresepkan obat antivirus guna menekan aktivitas virus di dalam tubuh. Untuk menjaga kesegaran dan kebersihan rongga mulut pasca-perawatan, kamu bisa melengkapi perawatan diri dengan layanan dental spa.

Baca Juga: 8 Penyebab Lidah Putih dan Cara Mengatasinya

Langkah Pencegahan dan Perawatan Mandiri

Pencegahan adalah langkah terbaik untuk melindungi kesehatan rongga mulut kamu dari risiko timbulnya leukoplakia. Berikut panduan praktis yang bisa kamu terapkan sehari-hari:

  1. Hentikan Kebiasaan Merokok dan Penggunaan Tembakau: Langkah paling efektif untuk mencegah leukoplakia adalah dengan berhenti merokok, mematikan cerutu, serta tidak mengunyah tembakau.
  2. Batasi atau Hindari Konsumsi Alkohol: Mengurangi konsumsi minuman beralkohol akan mengurangi tingkat iritasi kimia pada lapisan mukosa mulut secara signifikan.
  3. Jaga Kebersihan Rongga Mulut Secara Konsisten: Menyikat gigi secara teratur dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride, menggunakan benang gigi (flossing), serta membersihkan permukaan lidah secara rutin dapat mencegah penumpukan bakteri iritan.
  4. Perbanyak Konsumsi Makanan Kaya Antioksidan: Perbanyak makan buah-buahan dan sayuran segar yang kaya akan vitamin A, C, dan E untuk membantu memperkuat serta menjaga kesehatan jaringan sel di dalam mulut.
  5. Rutin Memeriksakan Kesehatan Gigi ke Dokter: Lakukan kunjungan rutin ke dokter gigi setidaknya setiap 6 bulan sekali. Pemeriksaan berkala memungkinkan dokter detection dini jika ada perubahan jaringan sekecil apa pun di dalam mulut kamu.

Rawat Kesehatan Senyum dan Rongga Mulutmu Bersama SATU Dental!

Kesehatan rongga mulut bukan hanya soal memiliki gigi yang putih dan rapi, tetapi juga tentang memastikan seluruh jaringan lunak di dalam mulut tetap sehat dan bebas dari risiko penyakit. Jika kamu menemukan adanya bercak putih yang mencurigakan, terasa tebal, atau luka yang tidak kunjung membaik di dalam mulut, jangan menunda untuk memeriksakannya!

Percayakan pemeriksaan dan perawatan kesehatan gigi serta mulutmu kepada tim dokter gigi profesional di SATU Dental. Dengan peralatan medis modern, fasilitas klinik yang bersih dan steril, serta pelayanan yang ramah, kamu akan mendapatkan penanganan medis yang tepat dan nyaman.

Untuk mempermudah pembayaran, SATU Dental bekerja sama dengan lebih dari 20 perusahaan asuransi kesehatan, serta menyediakan fasilitas paylater dan cicilan 0% dari mitra perbankan terkemuka seperti BCA, Bank Mandiri, BRI, OCBC, Kredivo, Indodana, dan Care Now.

Yuk, jadwalkan pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut kamu di Klinik Gigi SATU Dental terdekat sekarang juga!

Referensi

Awadallah, M., Idle, M., Patel, K., & Kademani, D. (2018). Management update of potentially premalignant oral epithelial lesions. Oral Surgery, Oral Medicine, Oral Pathology and Oral Radiology, 125(6), 628–636. https://doi.org/10.1016/j.oooo.2018.03.010

Brouns, E. R., Baart, J. A., Karagozoglu, K. H., Aartman, I. H. A., Bloemena, E., & van der Waal, I. (2013). Malignant transformation of oral leukoplakia in a well-defined cohort of 144 patients. Oral Diseases, 19(1), 19–24. https://doi.org/10.1111/j.1601-0825.2012.01912.x

Chaturvedi, A. K., Udaltsova, N., Engels, E. A., & others. (2023). Oral leukoplakia and risk of progression to oral cancer: A population-based study. Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention, 32(5), 637–645.

Feller, L., Lemmer, J., Khammiss, R. A. G., Altini, M., & Jadwat, Y. (2017). Oral leukoplakia in relation to human immunodeficiency virus infection: A review. International Journal of Environmental Research and Public Health, 14(10), Article 1208. https://doi.org/10.3390/ijerph14101208

Grünwald, S., et al. (2024). Association between oral microbiota and oral leukoplakia. International Journal of Molecular Sciences, 25(2), Article 805. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10858654/

Cabang Klinik Gigi SATU Dental

Buat Jadwal di Klinik SATU Dental