Teething adalah proses tumbuhnya gigi susu pada bayi yang biasanya ditandai dengan gusi tidak nyaman, air liur berlebih, dan kebiasaan menggigit benda. Kondisi ini merupakan bagian normal dari perkembangan bayi, tetapi sering membuat Si Kecil lebih rewel dari biasanya.
Lalu, bagaimana cara mengenali tanda teething, kapan gigi pertama biasanya muncul, dan apa yang bisa dilakukan orang tua untuk membuat bayi lebih nyaman?
Mengenali Tanda Teething: Gejala Umum Tumbuh Gigi

Setiap bayi dapat mengalami teething dengan cara yang berbeda. Ada bayi yang hampir tidak menunjukkan keluhan, sementara bayi lainnya menjadi lebih rewel selama beberapa hari ketika gigi mulai menembus gusi. Beberapa tanda teething yang umum antara lain:
Air liur lebih banyak
Salah satu tanda yang sering terlihat adalah produksi air liur yang meningkat. Bayi mungkin menjadi lebih sering ngiler sehingga area sekitar mulut dan dagu terasa lebih lembap.
Suka menggigit atau mengunyah benda
Saat gigi mulai tumbuh, gusi dapat terasa tidak nyaman. Bayi biasanya mencoba mengurangi rasa tersebut dengan menggigit atau mengunyah berbagai benda yang ada di sekitarnya.
Karena itu, orang tua perlu memastikan benda yang diberikan untuk digigit berukuran aman, bersih, dan tidak memiliki bagian kecil yang mudah terlepas.
Gusi terasa sakit atau tampak kemerahan
Area gusi tempat gigi akan muncul dapat terlihat lebih merah, bengkak, atau terasa sensitif. Kondisi ini dapat membuat bayi lebih mudah merasa tidak nyaman.
Lebih rewel dan sulit tidur
Rasa tidak nyaman pada gusi dapat membuat bayi menjadi lebih rewel atau mengalami perubahan pola tidur. Bayi juga dapat lebih sering terbangun pada malam hari.
Sering menggosok pipi atau telinga
Sebagian bayi mungkin menggosok pipi atau area telinga ketika sedang teething. Namun, gejala tersebut tidak selalu disebabkan oleh tumbuh gigi. Jika disertai keluhan lain atau bayi tampak sangat tidak nyaman, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.
Jika ingin memastikan kondisi gigi dan gusi si kecil, orang tua dapat melakukan pemeriksaan di layanan gigi anak SATU Dental.
Timeline Umum Teething: Apa yang Bisa Diantisipasi
Kapan bayi mulai tumbuh gigi? Gigi pertama umumnya muncul sekitar usia 6 bulan, tetapi waktunya dapat berbeda pada setiap bayi. Ada bayi yang mendapatkan gigi pertama lebih cepat, sementara sebagian lainnya baru mengalaminya setelah usia 12 bulan.
Secara umum, urutan tumbuh gigi susu berlangsung sebagai berikut:

Gigi seri tengah bawah biasanya menjadi gigi pertama yang muncul. Setelah itu, gigi seri lainnya, geraham pertama, gigi taring, dan geraham kedua tumbuh secara bertahap.
Pada usia sekitar 2,5–3 tahun, sebagian besar anak sudah memiliki 20 gigi susu. Namun, jadwal tersebut bukan patokan mutlak. Perbedaan beberapa bulan dalam waktu munculnya gigi dapat terjadi secara normal.
Informasi mengenai umur berapa bayi tumbuh gigi juga dapat membantu orang tua memahami tahapan pertumbuhan gigi Si Kecil.
Baca Juga: Bayi Baru Lahir Punya Gigi, Apakah Normal?
Solusi Pereda Nyeri Teething yang Aman dan Efektif
Teething dapat membuat gusi bayi terasa tidak nyaman. Ada beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan orang tua untuk membantu menenangkan Si Kecil.
Berikan kain lap dingin
Kain lap bersih yang dibasahi air kemudian didinginkan dapat diberikan kepada bayi untuk digigit. Sensasi dingin dapat membantu menenangkan gusi yang terasa tidak nyaman.
Pastikan kain tetap bersih dan selalu awasi bayi saat menggunakannya.
Gunakan teether yang aman
Teether dari karet padat dapat membantu bayi menyalurkan keinginan untuk menggigit. Pilih teether yang berukuran sesuai, tidak memiliki bagian kecil, dan terbuat dari bahan yang aman untuk bayi.
Hindari teether yang dapat pecah, mudah terlepas bagian-bagiannya, atau mengandung cairan yang berisiko bocor.
Pijat gusi dengan lembut
Orang tua dapat mencuci tangan kemudian memijat gusi bayi menggunakan jari secara perlahan. Tekanan lembut dapat memberikan rasa nyaman pada area gusi yang sensitif.
Hindari memberikan obat atau mengoleskan produk tertentu pada gusi bayi tanpa rekomendasi dokter.
Baca Juga: Bintik Putih di Gusi Bayi, Apakah Berbahaya?
Cara Merawat Gigi Baru Bayi
Begitu gigi pertama muncul, perawatan gigi sebaiknya langsung dimulai. Gigi susu tetap penting karena membantu bayi mengunyah makanan, mendukung perkembangan bicara, dan menjaga ruang bagi gigi permanen yang akan tumbuh kemudian.
- Gunakan sikat gigi khusus bayi dengan kepala kecil dan bulu yang lembut. Bersihkan gigi dua kali sehari, terutama pada pagi dan malam hari.
- Untuk bayi dan anak di bawah usia 3 tahun, gunakan pasta gigi berfluoride sebanyak olesan tipis atau seukuran butiran beras. Orang tua perlu membantu atau mengawasi proses menyikat gigi agar jumlah pasta gigi yang digunakan sesuai dan tidak sengaja tertelan dalam jumlah berlebihan.
- Selain menyikat gigi, orang tua juga sebaiknya mulai membangun kebiasaan pemeriksaan gigi sejak dini. American Academy of Pediatric Dentistry merekomendasikan anak memiliki dental home paling lambat pada usia 12 bulan.
Kapan Harus Menghubungi Dokter Anak?
Tidak semua gejala yang muncul bersamaan dengan teething disebabkan oleh tumbuh gigi. Beberapa kondisi yang sering dianggap sebagai tanda teething, seperti demam tinggi atau diare berkepanjangan, justru dapat menunjukkan adanya masalah lain.
Demam dengan suhu 38°C atau lebih bukan gejala khas teething. Begitu pula diare tidak seharusnya langsung dianggap sebagai akibat tumbuh gigi.
Segera konsultasikan kondisi bayi kepada dokter jika mengalami:
- Demam 38°C atau lebih.
- Diare yang berlangsung terus-menerus.
- Ruam yang menyebar atau semakin parah.
- Bayi sangat lemas atau sulit dibangunkan.
- Bayi tidak mau minum atau menunjukkan tanda dehidrasi.
- Pembengkakan atau nyeri yang tampak tidak biasa.
- Gejala semakin berat atau tidak membaik.
Informasi mengenai demam saat tumbuh gigi juga penting dipahami agar orang tua tidak keliru menganggap demam sebagai gejala normal teething.
Baca Juga: Umur Berapa Bayi Tumbuh Gigi dan Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi
Kesimpulan
Teething adalah proses normal ketika gigi susu mulai tumbuh pada bayi. Tanda yang umum meliputi air liur berlebih, suka menggigit benda, gusi sensitif, dan bayi menjadi lebih rewel.
Orang tua dapat membantu meredakan ketidaknyamanan dengan kain lap dingin, teether dari karet padat, atau pijatan lembut pada gusi. Begitu gigi pertama muncul, segera biasakan Si Kecil menyikat gigi menggunakan sikat berbulu lembut dan pasta gigi berfluoride sesuai usia.
Untuk mempermudah perawatan gigi Si Kecil, SATU Dental menyediakan berbagai pilihan pembayaran melalui lebih dari 20 perusahaan asuransi, fasilitas paylater, serta cicilan 0% dari berbagai mitra seperti BCA, Bank Mandiri, BRI, OCBC, Kredivo, Indodana, dan Care Now.
Jangan tunggu sampai muncul masalah pada gigi Si Kecil. Yuk, konsultasikan pertumbuhan dan kesehatan gigi anak bersama dokter gigi di Klinik Gigi SATU Dental untuk mendapatkan pemeriksaan dan rekomendasi perawatan yang sesuai sejak dini, plus beragam promo perawatan menarik lainnya.
Referensi
American Academy of Pediatric Dentistry. (2018). Policy on the dental home. Pediatric Dentistry, 40(6), 37–38. https://www.aapd.org/media/policies_guidelines/p_dentalhome.
Karjiker, Y. I., & Kimmie-Dhansay, F. (2020). Teething symptoms and management during infancy. South African Dental Journal, 75(2), 90–97. https://www.scielo.org.za/scielo.php?script=sci_arttext&pid=S0011-85162020000200007
Massignan, C., Cardoso, M., Porporatti, A. L., Aydinoz, S., Canto, G. de L., Mezzomo, L. A., & Bolan, M. (2016). Signs and symptoms of primary tooth eruption: A meta-analysis. Pediatrics, 137(3), e20153501. https://doi.org/10.1542/peds.2015-3501scielo.isciii+2
Memon, S., Fida, M., Aziz, S., & Ahmed, T. (2022). Eruption timing and sequence of primary teeth in a sample of Pakistani children. Pediatric Dental Journal, 32(1), 21–28. https://pmc.ncbi.nlm.n










