Wajah manusia pada dasarnya tidak benar-benar simetris. Perbedaan kecil antara sisi kanan dan kiri merupakan hal yang normal, tetapi asimetri yang semakin terlihat atau muncul secara tiba-tiba perlu diperhatikan. Penyebab wajah tidak simetris dapat beragam, mulai dari kebiasaan sehari-hari seperti mengunyah pada satu sisi, masalah gigi dan struktur rahang, proses penuaan, hingga kondisi medis yang berkaitan dengan saraf.
Lantas, apa saja penyebab wajah tidak simetris, kapan kondisi ini perlu diperiksakan, dan bagaimana cara memperbaiki atau menanganinya? Simak penjelasan lengkap mengenai penyebab, faktor risiko, serta pilihan penanganannya dalam artikel di bawah ini.
Kebiasaan Buruk Sehari-hari yang Menyebabkan Wajah Tidak Simetris
Beberapa kebiasaan sehari-hari dapat memberikan beban atau tekanan yang tidak sama pada kedua sisi wajah. Pengaruhnya biasanya bersifat bertahap dan tidak selalu menjadi satu-satunya penyebab wajah tidak simetris, tetapi kebiasaan tertentu dapat membuat perbedaan bentuk atau posisi jaringan menjadi lebih terlihat, yaitu:
1. Tidur Miring pada Satu Sisi
Tidur dengan posisi kepala selalu menghadap sisi yang sama dapat memberikan tekanan berulang pada jaringan wajah. Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara preferensi tidur pada satu sisi dengan perbedaan posisi kelopak mata dan alis pada sisi yang menjadi tumpuan, meskipun temuan tersebut tidak berarti bahwa tidur miring pasti menyebabkan asimetri wajah secara keseluruhan.
2. Menopang Dagu dengan Tangan
Kebiasaan menopang dagu dengan tangan memberikan tekanan mekanis berulang pada area rahang dan jaringan lunak wajah. Jika dilakukan terus-menerus pada sisi yang sama, kebiasaan ini dapat berkontribusi terhadap ketidakseimbangan tekanan pada jaringan, meskipun bukti ilmiah mengenai kebiasaan ini sebagai penyebab langsung perubahan struktur wajah masih terbatas. Karena itu, kebiasaan tersebut sebaiknya dikurangi, terutama jika dilakukan dalam waktu lama dan terus-menerus.
3. Mengunyah Makanan Hanya pada Satu Sisi
Mengunyah secara dominan pada satu sisi membuat otot pengunyahan menerima beban yang berbeda antara kanan dan kiri. Penelitian pada pasangan kembar menunjukkan adanya hubungan antara sisi mengunyah dan karakteristik asimetri wajah, tetapi hubungan tersebut tidak membuktikan bahwa kebiasaan mengunyah satu sisi merupakan satu-satunya penyebab.
Masalah Kesehatan Gigi dan Struktur Rahang
Penyebab wajah tidak simetris juga dapat berasal dari sistem stomatognatik, khususnya posisi gigi, hubungan rahang, dan sendi temporomandibular (TMJ). Kondisi tersebut dapat memengaruhi bagaimana rahang bergerak dan bagaimana jaringan otot serta jaringan lunak wajah berada dalam keadaan istirahat maupun saat berfungsi, di antaranya:
1. Gigi Berantakan dan Maloklusi
Maloklusi merupakan kondisi ketika hubungan antara gigi atas dan bawah tidak berada dalam posisi ideal. Pada beberapa kasus, ketidakseimbangan hubungan gigi dapat berkaitan dengan pergeseran posisi mandibula atau pola penutupan rahang yang tidak simetris. Kondisi tersebut dapat membuat bagian bawah wajah terlihat lebih tidak seimbang, terutama apabila terdapat asimetri skeletal yang mendasarinya.
Namun, tidak semua gigi berantakan otomatis menjadi penyebab wajah tidak simetris. Pemeriksaan ortodonti diperlukan untuk menentukan apakah asimetri berasal dari posisi gigi, tulang rahang, jaringan lunak, atau kombinasi beberapa faktor.
Baca Juga: 6 Perubahan Wajah Setelah Pakai Behel
2. Gangguan Sendi Temporomandibular
Gangguan pada sendi temporomandibular dapat berkaitan dengan perubahan pola gerak mandibula dan asimetri wajah. Systematic review dan meta-analysis menemukan bahwa gangguan TMJ unilateral berhubungan dengan deviasi mandibula yang lebih besar dibandingkan kelompok kontrol, meskipun tingkat kepastian buktinya masih rendah.
Pada kondisi tertentu, gangguan sendi juga dapat disertai nyeri rahang, bunyi klik, keterbatasan membuka mulut, atau perubahan pola mengunyah. Oleh karena itu, asimetri yang disertai keluhan tersebut sebaiknya diperiksa oleh dokter gigi untuk mengetahui penyebabnya.
Kondisi Medis Serius dan Masalah Saraf
Tidak semua penyebab wajah tidak simetris berasal dari gigi atau kebiasaan. Perubahan wajah yang muncul secara mendadak, terutama disertai gangguan fungsi saraf, perlu mendapatkan perhatian medis karena dapat berkaitan dengan kelumpuhan saraf wajah atau gangguan pada otak, seperti:
1. Bell’s Palsy
Bell’s Palsy merupakan kelumpuhan saraf fasialis yang menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan otot pada satu sisi wajah. Kondisi ini dapat membuat sudut mulut turun, sulit tersenyum secara simetris, dan pada sebagian pasien menyebabkan kesulitan menutup mata pada sisi yang terkena. Pedoman klinis terbaru merekomendasikan kortikosteroid sistemik dosis standar sebagai terapi utama pada Bell’s Palsy setelah diagnosis ditegakkan.
Karena Bell’s Palsy dan kondisi neurologis lainnya dapat menimbulkan wajah asimetris, diagnosis tidak sebaiknya dilakukan hanya berdasarkan penampilan wajah. Pemeriksaan tenaga medis diperlukan untuk membedakan kelumpuhan saraf perifer dari penyebab lainnya.
2. Stroke
Stroke dapat menyebabkan kelemahan pada satu sisi tubuh, termasuk otot wajah. Wajah tidak simetris akibat stroke biasanya muncul secara tiba-tiba dan dapat terlihat sebagai salah satu sisi wajah yang turun ketika pasien tersenyum. Gangguan bicara, kelemahan atau mati rasa pada lengan atau tungkai, gangguan penglihatan, serta gangguan keseimbangan juga dapat menyertai. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kelemahan otot wajah merupakan salah satu gangguan yang dapat ditemukan pada pasien stroke.
Jika wajah tiba-tiba menjadi tidak simetris, terutama bersama kelemahan anggota tubuh atau gangguan bicara, kondisi tersebut merupakan kegawatdaruratan medis dan harus segera mendapatkan pertolongan medis. Jangan menganggap perubahan mendadak pada wajah hanya sebagai masalah gigi atau estetika.
Pengaruh Faktor Penuaan dan Gaya Hidup
Seiring bertambahnya usia, perubahan pada kulit, lemak wajah, otot, jaringan ikat, dan struktur tulang dapat mengubah kontur wajah. Proses tersebut terjadi secara bertahap dan dapat membuat asimetri alami yang sebelumnya hampir tidak terlihat menjadi lebih jelas. Beberapa faktor yang berperan yaitu:
1. Berkurangnya Elastisitas Kulit
Penuaan menyebabkan perubahan pada kolagen, elastin, ketebalan kulit, serta jaringan pendukung wajah. Perubahan tersebut dapat membuat kulit kehilangan kekencangan dan mengalami penurunan jaringan yang tidak selalu berlangsung secara identik pada kedua sisi wajah. Akibatnya, perbedaan kontur kanan dan kiri dapat terlihat semakin menonjol.
2. Paparan Sinar Matahari yang Tidak Merata
Paparan radiasi ultraviolet merupakan salah satu faktor lingkungan yang berkontribusi terhadap photoaging atau penuaan kulit akibat paparan sinar matahari. Paparan kronis dapat mempercepat munculnya perubahan tekstur, pigmentasi, dan elastisitas kulit. Jika paparan lebih dominan pada satu sisi, misalnya akibat kebiasaan atau lingkungan tertentu, perbedaan perubahan kulit dapat membuat asimetri wajah semakin terlihat.
Langkah Praktis dan Medis untuk Memperbaiki Wajah Tidak Simetris
Penanganan penyebab wajah tidak simetris tidak dapat disamaratakan karena solusi harus disesuaikan dengan sumber masalahnya. Asimetri akibat kebiasaan tentu berbeda penanganannya dengan asimetri karena maloklusi, gangguan rahang, penuaan, atau kelumpuhan saraf. Beberapa pilihan yang dapat dipertimbangkan yaitu:
1. Memperbaiki Kebiasaan dan Latihan Wajah
Mengurangi kebiasaan tidur pada satu sisi, tidak terus-menerus menopang dagu, dan membiasakan penggunaan kedua sisi saat mengunyah dapat membantu mengurangi beban yang tidak seimbang. Latihan wajah atau face yoga juga dapat digunakan sebagai latihan otot tertentu, tetapi bukti ilmiah mengenai kemampuannya mengubah struktur wajah secara signifikan masih terbatas. Pada kasus kelumpuhan wajah, latihan wajah yang dilakukan dalam program rehabilitasi memiliki bukti manfaat yang lebih jelas dan sebaiknya dilakukan sesuai arahan tenaga kesehatan.
Baca Juga: Dental Massage, Senyum Awet Muda dan Kulit Wajah Kencang
2. Perawatan Ortodonti
Jika penyebab wajah tidak simetris berkaitan dengan posisi gigi atau maloklusi tertentu, perawatan ortodonti dapat menjadi bagian dari penanganan. Behel atau alat ortodonti lainnya bekerja dengan menggerakkan gigi secara bertahap sehingga hubungan gigi atas dan bawah dapat diperbaiki. Namun, behel tidak dapat memperbaiki seluruh jenis asimetri wajah, terutama jika penyebab utamanya adalah perbedaan ukuran atau posisi tulang rahang.
Untuk mengetahui apakah wajah tidak simetris yang Anda alami berkaitan dengan posisi gigi atau maloklusi, Anda bisa memeriksakan kondisi gigi melalui layanan behel gigi di Klinik Gigi SATU Dental. Pemeriksaan dilakukan oleh dokter gigi untuk menentukan apakah asimetri berasal dari posisi gigi, tulang rahang, jaringan lunak, atau kombinasi beberapa faktor, sehingga penanganan yang diberikan dapat disesuaikan dengan penyebab sebenarnya.
3. Filler untuk Asimetri Jaringan Lunak
Pada kondisi tertentu, filler dapat digunakan untuk menambah volume pada area wajah yang mengalami kekurangan volume sehingga keseimbangan kontur menjadi lebih baik. Prosedur ini bersifat kosmetik dan tidak mengatasi penyebab struktural yang mendasari. Penggunaan filler harus dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten karena prosedur injeksi memiliki risiko komplikasi, termasuk gangguan pembuluh darah yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan komplikasi serius.
4. Operasi Ortognatik atau Bedah Rekonstruktif
Jika penyebab wajah tidak simetris berasal dari ketidakseimbangan tulang rahang yang signifikan, dokter dapat mempertimbangkan tindakan bedah seperti operasi ortognatik setelah evaluasi menyeluruh. Prosedur ini bertujuan mengoreksi posisi struktur tulang sehingga keseimbangan wajah dan fungsi rahang dapat diperbaiki. Systematic review dan meta-analysis terbaru menunjukkan bahwa operasi ortognatik dapat meningkatkan simetri jaringan keras dan jaringan lunak pada kasus asimetri wajah, meskipun hasil dan stabilitas tetap bergantung pada karakteristik kasus.
Tidak semua penyebab wajah tidak simetris perlu dikhawatirkan, karena sedikit perbedaan antara sisi kanan dan kiri wajah merupakan hal yang normal. Namun, apabila asimetri berkaitan dengan posisi gigi, rahang, gangguan sendi rahang, atau semakin terlihat dari waktu ke waktu, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab dan menentukan penanganan yang tepat.
Untuk membantu mengevaluasi kondisi gigi dan rahang, konsultasikan ke Klinik Gigi SATU Dental. SATU Dental menyediakan perawatan dan fasilitas yang lengkap dengan dukungan 350+ dokter gigi umum dan spesialis, termasuk Spesialis Ortodonti, Spesialis Bedah Mulut, dan Spesialis Periodonsia. Didukung fasilitas dan teknologi yang memadai, dokter dapat membantu menentukan perawatan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.
Untuk memudahkan perawatan, tersedia pula Paylater, cicilan bank 0%, serta berbagai pilihan asuransi seperti AdMedika, BNI Life, AIA, AXA, Sequis, Mandiri, Great Eastern, Zurich, Cigna, Chubb, dan partner lainnya.
Jangan abaikan perubahan pada wajah Anda kenali penyebabnya dan dapatkan pemeriksaan yang tepat sejak dini.
Referensi
Ali M, van Os HJA, van der Weerd N, et al. (2022). Sex differences in presentation of stroke: A systematic review and meta-analysis. Stroke, 53(2), 345–354.
Heikkinen EV, Vuollo V, Harila V, Sidlauskas A, Heikkinen T. (2022). Facial asymmetry and chewing sides in twins. Acta Odontologica Scandinavica, 80(3), 197–202.
Philip MR, AlFotawi R. (2023). The accuracy of soft tissue movement using virtual planning for non-syndromic facial asymmetry cases: A systematic review. Oral and Maxillofacial Surgery, 27(2), 187–200.
Shajahan S, Sun L, Harris K, et al. (2023). Sex differences in the symptom presentation of stroke: A systematic review and meta-analysis. International Journal of Stroke, 18(2), 144–153.










