Menjadi orang tua selalu penuh tantangan, terutama saat si kecil mulai tumbuh gigi. Saat itulah teether bayi hadir sebagai solusi nyaman untuk meredakan gatal dan nyeri. Bukan sekadar mainan, teether bayi membantu stimulasi sensorik sekaligus memberi rasa lega saat gigi pertama mulai menembus gusi.
Banyak orang tua merasa bingung memilih teether bayi yang tepat untuk si kecil. Artikel ini akan membimbing Anda memahami manfaat dan rekomendasi praktis memilih teether terbaik, serta tips aman penggunaannya agar si kecil tersenyum lepas tanpa rasa sakit.
Apa Itu Teether Bayi?
Teether bayi adalah alat kunyah ergonomis yang dirancang khusus untuk membantu meredakan ketidaknyamanan saat gigi pertama tumbuh. Berdasarkan penelitian di Makassar Dental Journal, stimulasi kunyah lembut dapat mengurangi rasa sakit gusi saat erupsi gigi . Bentuknya bervariasi mulai dari cincin, boneka, sampai batang dengan tujuan utamanya tetap sama, yakni membantu bayi mengalihkan rasa nyeri.
Sebagian besar ahli anak merekomendasikan penggunaan teether bayi mulai usia sekitar 3 bulan, saat gigi pertama mulai tumbuh dan bayi mulai menunjukkan perilaku menggigit objek.
Apakah bayi 4 bulan boleh dikasih teether? Boleh sekali. Pada usia 4 bulan, gusi bayi biasanya mulai terasa gatal. Menggunakan teether bayi dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman.
Teether gigitan bayi masih aman selama Anda memilih teether bayi dari bahan aman dan membersihkannya secara rutin. Hindari bahan keras atau berisi cairan yang bisa bocor.
Baca Juga: Perawatan Gigi Berlubang pada Anak, Wajib Tahu!
Manfaat Teether Bayi
Berikut adalah beberapa manfaat utama teether bayi yang perlu diketahui para orang tua:
1. Meredakan Nyeri dan Gatal pada Gusi Bayi
Salah satu manfaat utama dari teether bayi adalah kemampuannya untuk mengurangi ketidaknyamanan saat gigi pertama mulai tumbuh. Proses pertumbuhan gigi (teething) bisa menyebabkan bayi menjadi rewel karena rasa nyeri di gusi. Dengan menggigit teether bayi, tekanan ringan membantu menstimulasi saraf dan meredakan nyeri secara alami.
Baca Juga: 10 Ciri-ciri Anak Tumbuh Gigi yang Harus Orang Tua Ketahui
2. Membantu Perkembangan Motorik dan Koordinasi
Teether bayi mendorong bayi menggunakan tangan untuk menggenggam dan mulut untuk menggigit, sehingga memperkuat koordinasi tangan-mulut. Studi dari International Journal of Pediatrics menunjukkan bahwa stimulasi ini berkontribusi pada perkembangan motorik halus sejak usia dini.
3. Menenangkan Emosi Bayi Saat Tumbuh Gigi
Bayi yang sedang tumbuh gigi cenderung lebih mudah frustasi dan sulit tidur. Memberikan teether bayi bisa menjadi cara efektif untuk mengalihkan rasa tidak nyaman dan memberikan ketenangan emosional. Tekstur dan bentuk teether bayi yang lembut membuat bayi merasa lebih aman dan nyaman.
4. Merangsang Produksi Air Liur Secara Alami
Saat bayi menggigit teether bayi, terjadi peningkatan produksi air liur yang berfungsi sebagai pelindung alami gusi dan rongga mulut. Produksi air liur ini membantu menjaga mulut tetap lembap dan mencegah infeksi ringan yang bisa muncul selama proses tumbuh gigi.
Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Air Liur Berlebihan Secara Alami dengan Efektif
5. Mempersiapkan Bayi Mengenal Tekstur Makanan
Beberapa jenis teether bayi memiliki permukaan bertekstur yang menyerupai makanan lunak. Dengan terbiasa menggunakan teether bayi, bayi secara tidak langsung mulai mengenal berbagai sensasi di rongga mulut, sehingga membantu transisi ke makanan padat menjadi lebih mudah.
6. Mencegah Bayi Menggigit Objek Tidak Aman
Bayi yang tidak diberikan teether bayi cenderung akan menggigit benda-benda lain seperti baju, jari, atau mainan yang tidak higienis. Dengan memberikan teether bayi yang bersih dan aman, orang tua dapat menghindari risiko infeksi dan menjaga kebersihan mulut bayi.
Tips Memilih Teether Bayi yang Tepat
Banyak orang tua masih bingung ketika memilih teether bayi, padahal pemilihan yang kurang tepat bisa membuat bayi tidak nyaman atau bahkan berisiko mengalami iritasi. Berikut ini adalah beberapa tips penting yang bisa membantu orang tua memilih teether bayi terbaik.
1. Perhatikan Bahan Teether
Langkah pertama dan paling krusial saat memilih teether bayi adalah mengecek bahan pembuatnya. Teether bayi yang aman seharusnya bebas dari zat kimia berbahaya seperti BPA, ftalat, PVC, dan timbal. Bahan-bahan tersebut diketahui dapat mengganggu sistem hormonal bayi bila masuk ke dalam tubuh.Â
Studi di PMC menunjukkan bahan plastik berbahaya pada produk bayi masih sering ditemukan dalam produk yang belum tersertifikasi. Maka dari itu, pilihlah teether bayi yang mencantumkan label food grade atau medical grade silicone karena telah teruji aman untuk digigit dan dikunyah.
2. Pilih yang Berbahan Lateks atau Silikon
Lateks alami atau silikon food-grade memberikan tekstur lembut yang nyaman. Silikon lebih tahan lama dan lebih mudah dibersihkan; lateks terasa lebih elastis saat dikunyah.
3. Hindari Teether Berisi Air
Meski menarik karena bisa didinginkan, teether bayi dengan cairan di dalamnya rentan bocor dan mengandung bakteri jika pecah. Sebaiknya pilih model solid tanpa isi air.
4. Pilih Teether yang Nyaman Digenggam
Desain ergonomis memudahkan bayi menggenggam sendiri, membantu perkembangan otot tangan dan koordinasi motorik halus.
5. Pilih Ukuran Teether Sesuai Usia Bayi
Usia sangat berpengaruh:
- Untuk bayi 3–6 bulan: teether kecil dengan permukaan berdot.
- Usia 6–9 bulan: teether yang agak lebih besar dan bertekstur.
- 9 bulan+ : desain lebih kompleks dan mudah digenggam.
Baca Juga: Gigi Gigis pada Anak, Ketahui Penyebab Utamanya!
Tips Menggunakan Teether Bayi
Setelah memilih teether bayi yang tepat, langkah berikutnya adalah memahami cara penggunaannya agar manfaatnya maksimal dan tetap aman bagi si kecil. Penggunaan teether bayi yang kurang tepat dapat menyebabkan iritasi pada gusi atau bahkan infeksi akibat kebersihan yang tidak terjaga.Â
Berikut beberapa tips aman dan efektif dalam menggunakan teether bayi sehari-hari.
Bersihkan dengan Sabun Cuci Peralatan Khusus Bayi. Setiap kali teether bayi dipakai, cuci dengan sabun khusus perlengkapan bayi dan bilas bersih agar tidak ada residu sabun.
Menggunakan Teether Maks 20 Menit. Gunakan selama 15–20 menit per sesi untuk menghindari ketergantungan berlebihan dan membantu gusi tetap rileks.
Masukkan Teether ke Dalam Kulkas untuk Bayi Tumgi. Untuk meredakan nyeri, dinginkan teether bayi di kulkas (bukan freezer) selama 30 menit sebelum digunakan agar tekanan dingin membantu mengurangi peradangan gusi.
Bilas dengan Air Panas, Jangan Direbus. Untuk sterilisasi lebih aman, cukup bilas di air panas sekitar 70–80 °C. Rebus bisa merusak sifat silikon atau lateks dan mutunya menurun.
Baca Juga: Serba-serbi Cabut Gigi Anak, Orang Tua Harus Tahu!
Perawatan Gusi dan Gigi Awal: Dukungan dari Klinik Gigi SATU Dental
Teether bayi adalah alat kunyah yang dirancang khusus untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman saat gigi anak pertama tumbuh. Beberapa manfaat teether bayi adalah dapat meredakan nyeri dan gatal pada gusi bayi, membantu perkembangan motorik dan koordinasi antara tangan dan mulut, menenangkan emosi bayi saat tumbuh gigi, merangsang produksi air liur secara alami, mempersiapkan bayi untuk mengenal tekstur makanan, dan mencegah bayi mengigit objek tidak nyaman.
Beberapa tips memilih teether bayi adalah perhatikan bahan teether, pilih yang menggunakan bahan lateks atau silikon, hindari teether berisi air, pilih teether yang nyaman digengam anak, dan pilih ukuran teether yang sesuai usia bayi.
Menggunakan teether bayi sejak usia 3–4 bulan adalah langkah cerdas untuk meredakan ketidaknyamanan saat tumbuh gigi. Dengan memilih bahan aman seperti lateks atau silikon dan menjaga kebersihan, Anda sudah memastikan kenyamanan dan kesehatan mulut si kecil. Ditambah dukungan dari Klinik Gigi SATU Dental, Anda memiliki mitra terpercaya untuk memastikan perawatan gigi bayi optimal dan menyenangkan.
Perawatan di Klinik Gigi SATU Dental hadir untuk memastikan setiap tahap pertumbuhan gigi anak Anda terjaga secara optimal karena kami menggunakan perangkat dan teknologi standar tinggi. Dokter umum, dokter anak, dan dokter spesialis kami siap memberikan diagnosis akurat serta tindakan yang tepat sesuai kebutuhan, dengan risiko minimal.
Klinik Gigi SATU Dental juga menerima lebih dari 20 jenis asuransi, serta metode Paylater dan cicilan 0% dari BCA, BRI, Mandiri, Care Now, OCBC, Indodana, dan Kredivo.Â
Jadi, jangan tunda lagi! Segera berikan teether bayi yang tepat untuk si kecil dan segera kunjungi Klinik Gigi SATU Dental untuk pemeriksaan gigi dan konsultasi lengkap.
Artikel Lainnya yang Terkait
- 10 Ciri-ciri Anak Tumbuh Gigi yang Harus Orang Tua Ketahui
- Tahapan Pertumbuhan Gigi Anak Berdasarkan Usia Anak
- Umur Berapa Bayi Tumbuh Gigi dan Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi
- Perbedaan Demam Tumbuh Gigi dan Demam Biasa Pada Anak, Kenali Cirinya!
- Cara Mengatasi Anak Demam saat Tumbuh Gigi
Referensi
Makassar Dental Journal. (2020). The management of teething disorder on children. DOI: https://doi.org/10.35856/mdj.v9i3.354.
Jurnal e-GiGi. (2014). GAMBARAN POLA ASUPAN MAKANAN PENDAMPING ASI DAN ERUPSI GIGI ANAK USIA 12-24 BULAN DI PUSKESMAS TELING. DOI: https://doi.org/10.35790/eg.2.1.2014.4699.  Â
Medical Technology and Public Health Journal. (2022). DAMPAK PEMBERIAN MIKROPLASTIK POLIETHILEN PERORAL TERHADAP HITUNG JENIS SEL LEUKOSIT DARAH RATTUS NORVEGICUS STRAIN WISTAR.Â
PMC Life (Basel, Switzerland). (2024). An Overview of the Possible Exposure of Infants to Microplastics. https://doi.org/10.3390/life14030371.Â